Hari ke mmm.. enam puasa…
Ada yang salah pagi ini, jadinya ke kantor dalam keadaan ga fit, dan males ngapa-ngapain.
Lagi bengong dan ngantuk pagi-pagi, tiba-tiba ada yang sms gini
“sez help me by answering this question. Dont ask why. Dont analyze. Kalo ada yg ngomong ke kmu dia milih kmu krn kmu adalah pilihan yang realistis, what do u feel? Will u marry him?”
Hah?? Apa-apaan ini?
Buka YM aja lagi ga napsu, tiba-tiba ditanya kaya ginian..
Ya udah saya jawab aja sok tau seperti ini
“Aku sich pilih dikawin karena pilihan realistis daripada sekedar di cinta.. We ain’t living in such fairy tail, drama movie khan..”
dan tentu saja ujungnya saya tambahkan
“Congrats beib.. Selamat Menikah..
“
Eniwey, menurut teori seorang teman.. Cinta adalah keadaan dimana rasionalitas tidak lagi ada. Menurut kbbi cinta diartikan kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan). Ya..ya.. masuk akal apa kata teman saya.. ketika kita terpikat, terkadang perasaan mengalahkan logika ya?
“Nah, sez.. Pernikahan itu merupakan pemenuhan logika“, begitu lanjut teman saya.
Mengingat pernikahan akan menjadi suatu bagian besar dari kehidupan, rasanya ga salah kalau kita memilih berdasarkan rasionalitas daripada sekedar ingin menjadi Cinderella.
Tapi memang, saya sebagai seorang perempuan terkadang rasanya ingin dipuja-puja dan dianggap bidadari yang turun dari surga. Haha.. Ya..ya..
ketika saya tanya “kenapa kamu suka sama saya?” dan dijawab “karena kamu baik”, rasanya masih ada yang kurang.
Jawaban apa yang saya cari? “karena kamu cantik?”
ah, itu artinya sama saja dia berbohong.
Cantik itu sama fana-nya sama Cinta.
Baik lebih realistis seperti Pernikahan.
(haha apa sich, sez?)
Kata manusia super juga
pilihan realistis itu berarti dia mencintai kamu dengan logika, dan itu -menurut saya- adalah kasta cinta tertinggi
Ah.. thanks for the text message, sis..
I miss you and all our night chat too.. just u and me, a cup of coffee and the night seperti katamu.
Filed under: hebring, mikir saeutik.., my day
enggak seperti prince charming yang cuman ada di khayalan, pria yang tepat untuk kita akan mencinta dengan logika
yah.. jadi pilih yang bisa diandalkan aja.. karena berarti kalo dua mau diandalkan atau digantungi ama kita.. berarti dia cinta… hahaha…
Yup, karena pilihan yang realistis mestinya sudah termasuk (saling) cinta, sementara cinta doang jelas gak cukup realistis tuk nikah.
jadi kapan merit?
@ christin
padahal kata agnes
“cinta ini.. kadang-kadang tak ada logika” gituh.. :p
setujuh ama kitin!! ^^
@ vivi
iya khan, diandalkan berarti realistis
@ jensen99
eh, tapi realistis belum berarti ada cinta dulu lho..
tapi khan katanya juga “tresno jalaran soko kulino” (cmiiw)
halah..
@ angelndutz
itu yang lupa saya bilang diujung postingan..
“Jangan tanya kapan saya kawin!!!” hehehe
Cinta-nya aja bilang:
“Jika emosi mengalahkan logika, terbukti kan banyak ruginya?”
bungkus sez!
pas kapan? yang saya denger dia ngomong gini
“basi, madingnya udah mau terbit”
hehe
teh botol-nya dua, mang…
“..We ain’t living in such fairy tail, drama movie khan..”
Lurb that line
Eniweeei .. Kebetulan baru baru ini juga merasakan hal yang sama. Berpikir ulang berkali kali tentang satu hal, apa benar saya ingin menikah dengan nya. Dan, tentunya bukan makin yakin, malah makin bingung sama diri sendiri. Hehe.
Saya ndak tau, sebesar apa cinta yang saya punya. Saya cuma tau, saya butuh dia ..
Goodluck buat temen nya, dan salam kenal ya buat Isez
salam kenal juga… terima kasih sudah mampir
saya juga masih kagum sama orang-orang yang memutuskan menikah..
how they decide “he/she is the one” ya?
well, buat nikah, kayanya memang butuh logika BANGET!tapi yang pasti butuh cinta juga. . .
cinta tanpa logika itu bodoh..
logika tanpa cinta itu kontrak kerja..
mnrt gw, harusnya cewe jgn terlalu bingung, karena pria yg baik, pasti jauh lebih pusing sebelum akhirnya memutuskan untuk proposed ke si cewe…why?its hard for man to stuck only to one girl in his life…*fiuhhh
ih, curcol yaaaaaa…. heu..
hard to stuck with only one girl?
well, at least ada 2 wanita dalam kehidupan setiap pria..
ibu dan pasangannya, bukan?? hihihi
eh, kecuali maling kundang
ah ya, sepakat lah diri ini. pernikahan atas dasar logika memang bagus, tapi akan lebih bagus lagi pernikahan atas dasar cinta dan logika. kalau merujuk ke lagunya agnes, seolah susah menyatukan cinta dengan logika. e tapi kalau menurut saya sih bisa-bisa saja. dan justru itulah bentuk bercinta-kasih yang paling sempurna.
pernikahan tak hanya atas dasar rasa cinta, toh rasa itu perkara sensitif yang naik-turun fluktuatif, dan seperti lagunya IRON MAIDEN, there’s a thin line between love and hate. pernikahan atas dasar cinta dan logika jauh lebih sempurna, karena rasio itulah yang menjadi rantai penghubung ketika cinta lagi mengalami tingkat nadir, sesuatu yang mencegah terjadinya keretakan dan perpisahan ketika cinta sedang berubah jadi benci
yah, keadaan ideal-nya memang keduanya ada..
siapapun yang muncul duluan
there’s a thin line between love and hate, tapi apakah benci itu keadaan dimana cinta tidak ada?
mungkin bosan atau marah, bukan benci..
Musim kawin ato musim nikah niy :p
beda konotasi huahahahaha
Anw… logika itu penting banget dalam soal cinta, gak mungkin kan hanya gara2 chemistry mau married sama pengangguran yang gak jelas masa depannya. Gak mungknmakan cinta doank bos
Cinta itu adalah suatu kompromi realita !
Pernah dengar kasus, 2 anak manusia married padahal belum settle 2.2nya, namun di kemudian hari mereka sukses besar? Hmmm gue bilang, jauh di lubuk hati udh ada penghitungan realistisnya akan masa depan juga.
nah bukankah itu realita…?
Haiyaaaah gue berkoar2 di blog orang
hahahaha maafkan…
salam, EKA
karena saya sok polos, mari kita samakan arti kawin dan nikah.. hihihi
yak, ga mungkin makan cinta doank…
tapi ketika itu sedang menggebu, tampaknya akan sulit berhitung secara realistis..
dan saya masih salut sama orang-orang yang memutuskan menikah
cinta > logika. trust me. dari pengalaman pribadi
hmmm….
coba ceritakan lebih lanjut..
*korek-korek gosip mode*
emang cinta itu ada definisinya?
kaya pernah mendengar percakapan diatas
eh, yang ini mah baru nu..
Walaupun walaupun.. Heu..
Tiap orang boleh mendefinisikan sesuai keinginan masing2 kok
hohoho, kalo ngomongin masalah logika, aku selalu mengedapnkan logika untuk milih pasangan, gitu juga pasanganku..krn kl dgn logika kita bs tau mana yg baik+benar, selanjutnya biar hati yg bicara..:D
dari mata turun ke hati teh maksudnya dari logika terus ke perasaan ya?? *eh, emang nyambung? :p*
Hmm…masih kecil dlm soal cinta nc..hee, jd pngen jg ngrasain cinta dgn logika…rasanya ky’ lebih manteb gt ya??hehe^^
salam kenal jg ya sez..
@ Hera
kalo kata lagu juga “you can’t hurry love, O.. you just have to wait” hehe
tungga ajah… ;p
terima kasih sudah mampir
realistis itu lebih penting daripada sebuah kebohongan…untuk satu kebohongan lo harus bikin seribu kebohongan lain untuk menutupi kebohongan lo yang pertama…and what happen to a relationship based on lie? sucks big time…
cinta itu bukan berbasis kebohongan khan?
btw, bohong sama ga cerita itu 2 hal yang berbeda kan? kan? ;p
suka tulisan yg dikotaki itu
komen mansup tuh.. *sembah-sembah mansup*
*nyari obat batuk*
menyesal… menyesal…(okok)