I think the world is changing… rapidly…

waktu itu seorang sahabat membahas tentang “kenapa ya.. sekarang ini kayanya banyak banget orang yang udah 3o-an tapi masih melajang…”. Terus dia ber-teori bahwa itu semua akibat alur informasi yang tidak terbatas..blablabla..blablabla…

tiba-tiba gw dengan ga jelasnya ngomong.. “kayanya engga dech ban.. itu karena orang sekarang udah mulai ga percaya Tuhan…” (heeee??? jangan tanya kenapa.. gw juga ga ngerti :p)

eniwey, terus gw teringat sama seorang teman gw yang bilang gini…

I don’t believe in religion, I think it’s only for people that’s lazy to think by themselves

At that time, I actually think “am I too lazy to think??” to be honest.. gw emang tipe orang pemalas.. moto hidup gw adalah “ngapain gw harus mikirin hal yang udah dipikirin orang lain” hahahah :p

tapiii… gw rasa.. itu adalah fenomena yang sering terjadi belakangan ini.. bukan bagian gw yang males mikir yaa.. tapi bagian yang “think by themselves”..

gw enggak menganggap itu hal yang buruk (kecuali itu buruk bagi gw karena gw pemalesan ;p), tapiii… terkadang yang terjadi adalah.. pada akhirnya manusia itu menjadi sombong..

maksud gw.. bukankah terlalu sombong kalo kita bilang “ya iyalah gw masuk ITB, gw khan tiap hari belajar ampe jam 2 pagi”..
iyaaa…beneeer.. semua yang terjadi adalah akibat usaha dia.. tapiii… banyak juga yang belajar sampe jam 3 pagi tapi ga keterima di ITB (maaph, gw tau ini contoh yang kurang OK, tapi gw lagi ga bisa nyari contoh lain..)

iya khan.. manusia jadinya cenderung merasionalkan semua permasalahan yang terjadi, sehingga melupakan ‘dalang’ dari semua kejadian yang ada di dunia ini…
dia lupa kalau dia bisa masuk ITB karena ada ridho dari yang maha kuasa.. (am I too lazy to think?? :p)

itu sama juga kaya anak kecil, disekolahin, terus pas udah dewasa dan kaya raya.. lupa sama orang tua-nya.. semacam maling kundang gituh..
iya ga sich.. iya ga sich…

(mungkin itu kenapa orang sekarang cenderung terlambat menikah.. karena mereka mencoba merasionalkan semua yang ada… padahal mungkin.. kalo kita pasrah dan percaya pada-Nya semua akan lebih mudah…)
(ye..yeah.. talk to may hand!! loe sendiri belom nikah khan sez… :p)

eniwey, semalem gw nonton film tentang harta karun siapaaaa gituh di Iraq..
terus gw berpikir lagi..
“edun ya.. orang dulu.. bisa bikin cawan, mahkota, topeng, gelang dan lain sebagainya.. hand made.. dari emas murni… dan bentuknya rumiiiit banget!!!”
dan sekarang kita bilang kita lebih canggih dari mereka karena segala mesin yang sudah diciptakan ini?
hmmm… i don’t think so…

14 thoughts on “I think the world is changing… rapidly…

  1. tuh khan…
    mencoba merasionalkan lagi… (lho!!!)

    kalo berpikir ‘the greater good’ ya.. dan melihat bahwa pernikahan juga melewati sebuah proses ‘ridho Ilahi’..
    pasti akan berpikir kalo pernikahan itu bukan cuman sekedar seks…

  2. aduh aduh aduh. jadi ga enak. ga nyangka omongan gw bisa segitu dianalisisny ;p

    melanjutkan wacana… ga percaya agama ga berarti ga percaya tuhan lho. ga percaya agama itu agnostic dan ga percaya tuhan itu atheist. menurut gw apapun yg lo percayain bisa menjadi tuhannya sendiri (duit misalnya, karir misalnya). ketika kepercayaan udah jadi agama berarti udah diorganisir dan ada hierarkinya. nah alasan gw ga percaya agama adalah hierarki itu dan juga jarangnya perempuan ada dalam hierarki itu.

    well just a thought…

    btw mungkin juga lo masuk itb krn lo rajin sih sez, karena emang lo rajin ;D

    1. heu..
      ga nyangka kamu bakal mampir..😀
      mencoba melihat dari perspektif yang lain.. saya rasa cukup masuk akal ternyata..
      hmm.. bener.. in the end banyak yang dipolitisir untuk kepentingan segelintir ya?? hmmm…

  3. Sepertinya lebih kepada bahwa jaman sekarang itu sampai umur 30 masih banyak yang hendak dilakukan. Kalau dulu mungkin umur 25 udah nggak tahu ngapain, jadinya nikah deh.

  4. wew wew berat tante..
    eniwei, pikiran dodol saya aja nih, agnostik itu sm tidak dengan orang yang tau dia punya orangtua tapi hanya sebatas tau. Tidak ada komunikasi, minta nasehat, sungkem, dllsb. Soalnya gini, percaya sampai tahap percaya saja? Cara berhubungan dengan Tuhannya bagaimana? Mengikuti salah satu aliran agama atau cara sendiri?
    Jadi pengen baca dunia Sophie lebih fokus lagi *ngelantur*:mrgreen:

  5. “Orang agnostik menunda pengambilan keputusan, dengan menyatakan bahwa tidak cukup bukti untuk menegaskan atau menolak adanya Tuhan. Pada saat bersamaan, orang agnostik mungkin mengatakan bahwa eksistensi Tuhan meskipun bukan tidak mungkin, sangat kecil kemungkinan adanya; ia mungkin menyatakan begitu kecil kemungkinan adanya Tuhan, maka Tuhan pada kenyataannya tidak cukup bermakna untuk dipakai sebagai bahan pertimbangan.”

    apakah kita sudah sedemikian oportunis memandang tuhan dengan tidak berkaca pada realitas penciptaan?

    kenapa ketika berbicara agama kita harus mempertimbangkan hirearki, bukankah tuhan tak memandang manusia berdasarkan eksistensi mereka dalam jabatan hirearkis tapi tentang apa yang dia perbuat untuk orang banyak?

    itu sama ketika kamu hidup di sebuah negara dan mengambil untung dari kebodohan warganya untuk mendapatkan beasiswa dari negeri besar yang mempertimbangkan perlu memberi beasiswa untuk mencerdaskan bangsa bodoh itu sebagai charity? negara yang sedikit pula mempertimbangkan perempuan di dalam hierarki. toh kamu masih hidup juga di dalamnya.

    sayang sekali pemikiran sempit yang lagi2 didapat hanya dari kacamata berpikir hanya terbentuk gara-gara ‘you’re to lazy to think why you’re existing in this world that made by the owner’

    kadang banyak hal tak rasional dan anti-matematik ada dalam hidup, hal tak rasional yang kadang membuat kita harus selalu menunduk dan menunduk merasa tak berarti dan tak pongah dibanding pencipta semesta.

    itulah lahir, mati, jodo, rezeki.

    untukmu agamamu, untukku agamaku.

  6. Saya nikah diatas tiga puluh, nyesel juga sih. Coba kalo tau enak hidup berumah tangga, umur 20 saya udah nikah kali.
    Salam kenal, main ya ke blog say.

  7. Pernikahan.. Sebuah kata yang indah di dengar di telinga.. Tapi, tergantung, mari kita tanya hati kita yang paling dalam, seberapa penting dan seberapa butuhkah kita pada pernikahan. Saya yakin, di situlah jawaban sebenarnya..
    Sebagian orang mendambakan pernikahan, sebagian lagi menganggap itu belenggu. Tapi ketika takdir itu datang, siapa manusia yang akan kuasa menolaknya.

    Salam kenal,
    OmpuNdaru

  8. sory sez, protes dikit, perasaan legenda di padang itu malin kundang bukan maling kundang, lo dapat nama itu darimana? si anak durhaka itu malin kundang hehehe…

  9. gw gak sependapat kalo dibilang orang blom kawin di atas 30 karena males, gw juga sekarang diatas 30 dan blom nikah, so… am I lazy, I don’t think so

  10. Gw termasuk telat kawin gak sieh? *iye meritt maksudnya..bahasa gw mah kawin!* abis temen2 seumuran gw dah pada punya anak ^.^

    einwei gw belum merit karna belum nemu aja sieh si calon teman hidup ituh.. ~ *tos sama itik kecil😛 *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s