2012.. Come what may..

Kalau di 2010 saya belajar untuk memahami arti “kebahagiaan”. 2011 ternyata menyimpan banyak kejutan buat saya.

Dimulai pada dari penghujung bulan Februari, dimana kata “HARAPAN” mempunyai arti yang berbeda buat saya.
Harapan untuk meniti kehidupan yang baru.
Harapan untuk meredefinisi arti kata bahagia.
Harapan untuk berbagi.
Harapan untuk menjadi tua. Bersama kamu.

Maret –April.
Harapan itu bertambah besar. Seiring dengan baju putih yang dijahit.
Berkas ini-itu.
Urusan ini-itu.
Daftar ini-itu.
Harapan itu membesar. Mengembang.
Mengembang.
Sampai terasa tidak nyata.
Harus kita kempiskan sedikit demi sedikit.

Mei.
Harapan, Kebahagian, Kehilangan. Semua campur aduk jadi satu.
Saya menyadari bahwa perasaan yang sesungguhnya hanyalah suatu gelitik yang terasa pada saat itu.
Selebihnya. Jadi kenangan.
Apakah kebahagiaan itu sesuatu yang mahal?
5 hari.
Dan lalu, kita, memakai cincin yang sama.
Mengantarkan nenek ketempat istirahatnya yang terakhir.
”Nenek nungguin kamu nikah, sez” kata seorang paman.
Bulan itu saya belajar arti kata kenangan.
Kenangan atas kebahagiaan dan kehilangan yang teraduk jadi satu.
Kamu tidak bisa memiliki semuanya.

Juni. Juli.
Harapan baru muncul seiring 2 buah garis yang muncul di pagi hari.
Harapan akan tangan kecil dengan jari-jari mungil.
Harapan yang diikuti dengan kecemasan yang melilit perut.
Apakah kami sudah siap? Bagaimana kalau?
Tapi kami belum….

..
.
Dan harapan itu sirna.
Seiring dengan noda merah diatas keramik putih.
Kamu belum siap.
Bulan itu saya belajar arti kata penyesalan.
Penyesalan karena tidak bisa menjaga apa yang seharusnya saya miliki.

Agustus.
Saya belajar arti kasih sayang dari ciuman-ciuman lembut di atas kursi ajaib.
Saat dokter mengeluarkan yang tersisa bulan kemarin.
Saat kamu dengan lembut menuntunku pulang.
Saya tau kamu merasakan sakit yang sama.
Ketakutan yang sama.
Bulan itu pula saya belajar arti berbagi.
Bahwa bukan hanya kebahagiaan yang perlu dibagi.
Karena kamu dan saya. Sudah menjadi kita.

September. Oktober. November. Desember
Habis Lebaran. Bulan Undangan. Keponakan Baru.
Undangan. Rutinitas. Undangan. Rutinitas. Undangan. Rutinitas.
Bulan Madu yang tak kunjung dilaksanakan.
Membangun rencana-rencana baru.
Tersenyum dan mengeratkan genggaman.
Jalan kita masih panjang, Sayang.
Harapan. Impian.

Ya, tahun ini saya belajar arti kata harapan.
Dan kebahagiaan adalah sebuah kenangan.

8 thoughts on “2012.. Come what may..

  1. *bengong*
    (melihat sisi romantis dari kk sezsy..😉 ditunggu kejutan lainnya kk, semoga pas halal bihalal nanti, nambah dede bayi yg bisa dijawil :D)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s