Kean 101

si Unyil sekarang umurnya sudah 9 bulan.
Sudah banyaaak sekali maunya

lucu rasanya punya anak..
seru
kagum

kalau waktu si unyil 4 bulan, konon katanya dia sedang belajar
bahwa dirinya adalah entitas yang berbeda dengan ibunya
sekarang saatnya saya yang belajar
belajar bahwa unyil adalah entitas yang berbeda dari saya

saya sedang belajar
(dan tentunya sambil mengagumi)
bahwa dirinya adalah manusia

manusia yang punya keinginan sendiri
dan penasaran sama dunia (iya kah? atau hanya bayangan saya?)
manusia yang bisa menolak kalau dia tidak mau
dan tentunya bisa marah kalau dia tidak suka

saya sedang belajar,
untuk menghargai si unyil
bahwa dia punya ingin
dia punya rasa

saya sedang belajar,
untuk tidak memaksa

hah..
Unyil baru 9 bulan..
lalu kenapa saya mellow dan berasa bahwa sebentar lagi dia akan menikah?
hahahaha

Kean dan gaya tidur semaunya

Long time not here

hi blog,

lama sekali tak jumpa..
ceritaku sudah banyak.. banyaaaak sekali..
harusnya kita ngopi-ngopi, sambil menikmati 3 malam berlalu.
baru semua ceritaku akan habis…

2012 sudah lewat…
tahukah kamu,
kalau ditahun itu,
perutku membesar.. membesar.. membesaaaar…
dan di penghujung tahun,
disaat lampu rumahku mati, dan tetangga depan sedang bakar-bakaran…
perut ini masih juga membesaaaar…
sampai tak sabar rasanya..
tak sabar,
tegang,
takut,
sambil terus menghitung jumlah gerakan yang terasa…
ada manusia kecil di dalam perutku!

hamil itu rasanya sejuta..
sejuta rasa bahagia
sejuta rasa bangga
sejuta rasa serba salah mau ngapa-ngapain

kemudian, blog..
2013 datang…
hitung sampai 10, lalu terdengar tangisan anak lelaki..
perutku?
mengecil, tapi ga bisa disebut rata..

tanyakan bagaimana rasanya melahirkan
dan saya bukan orang yang tepat untuk menjawab
tapi tanyakan bagaimana rasanya menyusui
dan saya akan terharu menjawabnya

si anak lelaki,
namanya Kean.
Cucu pak Jusuf(s) yang dihormati, karena menjadi petunjuk yang bijaksana
gitu kira-kira artinya

punya anak, rasanya dua juta…
perlu bergalon-galon kopi untuk menceritakan Kean ini, blog..
mungkin cerita-cerita selanjutnya..

sekarang, saya mau menikmati segelas kecil kopi ini..
sambil membayangkan si malaikat kecil menggeram pada saya
Heh!

 

sms sent!

hai teman,

lama tak kopi….
dan hujan…
dan malam..
dan kamu.

lama tak cerita….
dan tertawa…
dan pukpuk..
dan kamu.

cerita kita,
sudah masuk chapter baru.
BAB EMPAT
KEHIDUPAN RUMAH TANGGA

masih bisa dua buku lagi,
sebelum cerita kita berkisar tentang tangisan bayi
biaya sekolah
dan cicilan rumah

BAB EMPAT
saatnya kita menulis lagi
bersama hujan…
dan malam..
dan kamu.

o, ya..
tentunya,
kopi!
4 gelas.

2012.. Come what may..

Kalau di 2010 saya belajar untuk memahami arti “kebahagiaan”. 2011 ternyata menyimpan banyak kejutan buat saya.

Dimulai pada dari penghujung bulan Februari, dimana kata “HARAPAN” mempunyai arti yang berbeda buat saya.
Harapan untuk meniti kehidupan yang baru.
Harapan untuk meredefinisi arti kata bahagia.
Harapan untuk berbagi.
Harapan untuk menjadi tua. Bersama kamu.

Maret –April.
Harapan itu bertambah besar. Seiring dengan baju putih yang dijahit.
Berkas ini-itu.
Urusan ini-itu.
Daftar ini-itu.
Harapan itu membesar. Mengembang.
Mengembang.
Sampai terasa tidak nyata.
Harus kita kempiskan sedikit demi sedikit.

Mei.
Harapan, Kebahagian, Kehilangan. Semua campur aduk jadi satu.
Saya menyadari bahwa perasaan yang sesungguhnya hanyalah suatu gelitik yang terasa pada saat itu.
Selebihnya. Jadi kenangan.
Apakah kebahagiaan itu sesuatu yang mahal?
5 hari.
Dan lalu, kita, memakai cincin yang sama.
Mengantarkan nenek ketempat istirahatnya yang terakhir.
”Nenek nungguin kamu nikah, sez” kata seorang paman.
Bulan itu saya belajar arti kata kenangan.
Kenangan atas kebahagiaan dan kehilangan yang teraduk jadi satu.
Kamu tidak bisa memiliki semuanya.

Juni. Juli.
Harapan baru muncul seiring 2 buah garis yang muncul di pagi hari.
Harapan akan tangan kecil dengan jari-jari mungil.
Harapan yang diikuti dengan kecemasan yang melilit perut.
Apakah kami sudah siap? Bagaimana kalau?
Tapi kami belum….

..
.
Dan harapan itu sirna.
Seiring dengan noda merah diatas keramik putih.
Kamu belum siap.
Bulan itu saya belajar arti kata penyesalan.
Penyesalan karena tidak bisa menjaga apa yang seharusnya saya miliki.

Agustus.
Saya belajar arti kasih sayang dari ciuman-ciuman lembut di atas kursi ajaib.
Saat dokter mengeluarkan yang tersisa bulan kemarin.
Saat kamu dengan lembut menuntunku pulang.
Saya tau kamu merasakan sakit yang sama.
Ketakutan yang sama.
Bulan itu pula saya belajar arti berbagi.
Bahwa bukan hanya kebahagiaan yang perlu dibagi.
Karena kamu dan saya. Sudah menjadi kita.

September. Oktober. November. Desember
Habis Lebaran. Bulan Undangan. Keponakan Baru.
Undangan. Rutinitas. Undangan. Rutinitas. Undangan. Rutinitas.
Bulan Madu yang tak kunjung dilaksanakan.
Membangun rencana-rencana baru.
Tersenyum dan mengeratkan genggaman.
Jalan kita masih panjang, Sayang.
Harapan. Impian.

Ya, tahun ini saya belajar arti kata harapan.
Dan kebahagiaan adalah sebuah kenangan.

life goes on

people born
you born

people grow-up
people learn how to walk
people go to school
people learn how to do math
people have exam
people graduate
people have another exam
people failed

life goes on

people die
people fight each other
people starving
people get married
people go to work
people give birth
people have a party
people fall in love
people brokenhearted

life goes on

sometimes I just don’t understand the point of living…

bukan, rumah saya bukan di Margahayu*

sayang,
aku ga mau tinggal di Jupiter
Planet itu terlalu besar,
terlalu jauh dari bumi,
aku takut aku kangen ibu..

tapi jangan juga di venus, sayang
terlalu dekat..

Di Mars sebenarnya OK, tapi harganya itu ga masuk akal, sayang..
denger-denger sich ada perumahan baru di Phobos ama Deimos,
itu lho, Mars keluar dikit.
tapi 50juta tahun lagi kayanya Phobos bakal lenyap,
ah, kasian anak-cicit kita nanti..

apah? di Pluto?
hahaha… harus ganti KTP dong kita..

I said “YES” with all it consequences

I never had a dream that one day a prince with white horse will come
nor do I imagined a man will bend on his knees and ask me to marry him..

I’m happy with a fresh worm that came along with white-rose or a box of chocolate that given when sweet stuff makes me throw-up
Really.. I appreciate that..

Do you remember last year, when I had the opportunity to went to those lovely places and texting “wish you were here” in each places?

But now, I don’t think I really wanted you to be there…
Those places will not be as lovely if you where there..
No, it not because you were lovely-er, puh-less..
It just.. With you, I see things differently
With you.. Things just the other way around..

I just loved to walk along through the alleys just to find “what was there”,
or take a long walk just to find that the Sate Padang Hut was closed,
or talking talk and questioning everything.. Dreams, God, The Norm, Life, Local Football Game..
or.. I don’t know.. I just can’t remember all of that…

And you are the only person who will say “let’s get some food” while I was cranky and complain about everything
And you are the one who let me cry for hour in the telephone, said that I was wrong but everything gonna be all right, if….
And you are the person who text me “happy?” when I hang out with friends and forget about you..

I didn’t choose you because you’re the only choice
I still have a choice “to be with you and be happy” or “not to be with you and be happy”, right?
I choose you because you are rational choice of mine

Bismillahirahmanirahim…
God, Bless us..
And let US be happy with OUR own definition of happiness..

its you and me against the world