seperti kebiasaan saya sehari-hari, setelah mandi… saya menuju kamar adik buat nyisir (di kamar saya ga ada kaca), make pelembab muka, ditutup dengan bedak…
Pas lagi make bedak, tiba-tiba si abay nanya gini “teh, ngapain sich pake bedak?”
wakwaw.. tiba-tiba saya terdiam…
.
.
Hening…
.
.
Si ibu malah nyamber “biar aga cantik lah bar, si teteh teh…”
huuuuu….siapa juga yang make bedak biar ngerasa cantik.. wong, saya udah cantik kok pikir saya…
lha, si abay bikin saya jadi mikir… “emang, tujuan saya pake bedak apaan ya?”
hmmm….
eh, saya tau!!! “saya pake bedak biar muka ga berminyak” .. eh iya tah?
.
.
lalu saya melirik ke sebuah tas putih yang berisi peralatan make-up saya (yang hanya terpakai di musim-musim kawinan)..
waw! ternyata isinya lumayan…
ada blush-on, eye-shadow, sesuatu yang dikira maskara transparan ternyata moisture bwt bulu mata (kalo cuman buat ngbasahin doang mah pake ludah juga bisa :p), lipstik berbau kopi, eye-shadow lagi (tapi udah pecah), maskara beneran (yang buat nebelin bulu mata), lipstik lagi (punya siapa ini?? eh..tapi warnanya keren..), eye shadow lagi (yuph..pecah juga!), foundation, blush-on, concealer (keren ya..saya punya beginian!!), beberapa jepit rambut sisa nyalon, beberapa iket rambut… and that’s all…
trus saya mikir… nah kalo fungsi bedak aja saya ga tau, apa lagi fungsi benda-benda lain itu..
akhirnya saya tanya temen saya yang jago dandan…
waktu saya tanya teman saya itu, dia pun ternyata tak punya jawaban lain selain biar jadi “cantik”…
lah, akhirnya itu kembali kepada bentukan masyarakat tentang “cantik” itu apa kan? atau untuk shallow-nya, itu kembali kepada pengertian para lelaki diluar sana tentang definisi “cantik”.. eh?
akhirnya saya membuka wikipedia, dan mengetik make-up… masuklah saya ke halaman cosmetics
ini yang saya dapat…
cosmetics derives from the Greek κοσμητική τέχνη (kosmetikē tekhnē), meaning “art of dress and ornament”, from κοσμητικός (kosmētikos), “skilled in ordering or arranging” and that from κόσμος (kosmos), meaning amongst others “order” and “ornament”.
The U.S. Food and Drug Administration (FDA) which regulates cosmetics in the United States defines cosmetics as: “intended to be applied to the human body for cleansing, beautifying, promoting attractiveness, or altering the appearance without affecting the body’s structure or functions.”
ah… “beautifying … promoting attractiveness”
kedua key point itu membuat saya jadi serius membaca sekeciprit cerita mengenai “trend kecantikan” yang berubah-ubah..
misalnya:
Trend wajah yang pucat, dikenal juga dengan sebutan fad yang terjadi di Eropa pada saat Middle Ages (sebelum abad 16?)
Konon, alasan utamanya berhubungan dengan status sosial seseorang. Semakin tinggi status sosial seorang perempuan, semakin jarang dia kena matahari, sehingga kulitnya semakin pucat. (iya kan, dia ga perlu njemur baju.. nyuci kuda.. sasapu)
dan lucunya, ada trend “bloodletting” yaitu, mengeluarkan darah agar muka terlihat lebih pucat. (indikasi awal operasi plastik?)
jadi, cantik = status sosial yang tinggi?
atau:
warna kecoklatan seperti terbakar matahari, “suntan”, yang menjadi trend di tahun 1920 yang konon digembar-gemborkan oleh CocoChannel (masih kata wikipedia). Begitu pula dengan pemakaian make-up.
Konon, masih kata wikipedia, itu akibat besarnya perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki pasca perang dunia pertama.
Sehingga perempuan harus tampak “attractive” demi memperebutkan sisa-sisa lelaki pasca perang?
atau:
obrolan ngalor-ngidul dengan teman yang bilang bahwa trend “berisi” yang hip beberapa puluh tahun silam adalah karena itu melambangkan kesuburan.. begitu pula pipi yang merah.
atau:
natural look yang menjadi trend di tahun 70an, setelah gerakan yang dibangun para feminis. Karena make up menjadikan perempuan sebagai “sexual objectification”.
yang membuat saya bertanya-tanya…
“trend di Indonesia sekarang masih langsing, tinggi, rambut lurus dan berkulit putih kah?”
I am who I am
I am pretty if I think I am
And I still don’t know why I use make-up 
tapi saya suka melihat bahwa muka saya ternyata bisa terlihat “berbeda”
*sebuah postingan yang udah mendek di draft 2 tahun yang lalu
**ternyata sejarah cosmetic itu seru juga, jadi berharap suatu hari saya bisa bikin tulisan tentang kosmetik yang lebih valid dari ini
*** semua data diambil dari wiki-pe-di-a
Filed under: ga penting, mikir saeutik.. | 12 Komentar »