sms sent!

hai teman,

lama tak kopi….
dan hujan…
dan malam..
dan kamu.

lama tak cerita….
dan tertawa…
dan pukpuk..
dan kamu.

cerita kita,
sudah masuk chapter baru.
BAB EMPAT
KEHIDUPAN RUMAH TANGGA

masih bisa dua buku lagi,
sebelum cerita kita berkisar tentang tangisan bayi
biaya sekolah
dan cicilan rumah

BAB EMPAT
saatnya kita menulis lagi
bersama hujan…
dan malam..
dan kamu.

o, ya..
tentunya,
kopi!
4 gelas.

2012.. Come what may..

Kalau di 2010 saya belajar untuk memahami arti “kebahagiaan”. 2011 ternyata menyimpan banyak kejutan buat saya.

Dimulai pada dari penghujung bulan Februari, dimana kata “HARAPAN” mempunyai arti yang berbeda buat saya.
Harapan untuk meniti kehidupan yang baru.
Harapan untuk meredefinisi arti kata bahagia.
Harapan untuk berbagi.
Harapan untuk menjadi tua. Bersama kamu.

Maret –April.
Harapan itu bertambah besar. Seiring dengan baju putih yang dijahit.
Berkas ini-itu.
Urusan ini-itu.
Daftar ini-itu.
Harapan itu membesar. Mengembang.
Mengembang.
Sampai terasa tidak nyata.
Harus kita kempiskan sedikit demi sedikit.

Mei.
Harapan, Kebahagian, Kehilangan. Semua campur aduk jadi satu.
Saya menyadari bahwa perasaan yang sesungguhnya hanyalah suatu gelitik yang terasa pada saat itu.
Selebihnya. Jadi kenangan.
Apakah kebahagiaan itu sesuatu yang mahal?
5 hari.
Dan lalu, kita, memakai cincin yang sama.
Mengantarkan nenek ketempat istirahatnya yang terakhir.
”Nenek nungguin kamu nikah, sez” kata seorang paman.
Bulan itu saya belajar arti kata kenangan.
Kenangan atas kebahagiaan dan kehilangan yang teraduk jadi satu.
Kamu tidak bisa memiliki semuanya.

Juni. Juli.
Harapan baru muncul seiring 2 buah garis yang muncul di pagi hari.
Harapan akan tangan kecil dengan jari-jari mungil.
Harapan yang diikuti dengan kecemasan yang melilit perut.
Apakah kami sudah siap? Bagaimana kalau?
Tapi kami belum….

..
.
Dan harapan itu sirna.
Seiring dengan noda merah diatas keramik putih.
Kamu belum siap.
Bulan itu saya belajar arti kata penyesalan.
Penyesalan karena tidak bisa menjaga apa yang seharusnya saya miliki.

Agustus.
Saya belajar arti kasih sayang dari ciuman-ciuman lembut di atas kursi ajaib.
Saat dokter mengeluarkan yang tersisa bulan kemarin.
Saat kamu dengan lembut menuntunku pulang.
Saya tau kamu merasakan sakit yang sama.
Ketakutan yang sama.
Bulan itu pula saya belajar arti berbagi.
Bahwa bukan hanya kebahagiaan yang perlu dibagi.
Karena kamu dan saya. Sudah menjadi kita.

September. Oktober. November. Desember
Habis Lebaran. Bulan Undangan. Keponakan Baru.
Undangan. Rutinitas. Undangan. Rutinitas. Undangan. Rutinitas.
Bulan Madu yang tak kunjung dilaksanakan.
Membangun rencana-rencana baru.
Tersenyum dan mengeratkan genggaman.
Jalan kita masih panjang, Sayang.
Harapan. Impian.

Ya, tahun ini saya belajar arti kata harapan.
Dan kebahagiaan adalah sebuah kenangan.

life goes on

people born
you born

people grow-up
people learn how to walk
people go to school
people learn how to do math
people have exam
people graduate
people have another exam
people failed

life goes on

people die
people fight each other
people starving
people get married
people go to work
people give birth
people have a party
people fall in love
people brokenhearted

life goes on

sometimes I just don’t understand the point of living…

bukan, rumah saya bukan di Margahayu*

sayang,
aku ga mau tinggal di Jupiter
Planet itu terlalu besar,
terlalu jauh dari bumi,
aku takut aku kangen ibu..

tapi jangan juga di venus, sayang
terlalu dekat..

Di Mars sebenarnya OK, tapi harganya itu ga masuk akal, sayang..
denger-denger sich ada perumahan baru di Phobos ama Deimos,
itu lho, Mars keluar dikit.
tapi 50juta tahun lagi kayanya Phobos bakal lenyap,
ah, kasian anak-cicit kita nanti..

apah? di Pluto?
hahaha… harus ganti KTP dong kita..

I said “YES” with all it consequences

I never had a dream that one day a prince with white horse will come
nor do I imagined a man will bend on his knees and ask me to marry him..

I’m happy with a fresh worm that came along with white-rose or a box of chocolate that given when sweet stuff makes me throw-up
Really.. I appreciate that..

Do you remember last year, when I had the opportunity to went to those lovely places and texting “wish you were here” in each places?

But now, I don’t think I really wanted you to be there…
Those places will not be as lovely if you where there..
No, it not because you were lovely-er, puh-less..
It just.. With you, I see things differently
With you.. Things just the other way around..

I just loved to walk along through the alleys just to find “what was there”,
or take a long walk just to find that the Sate Padang Hut was closed,
or talking talk and questioning everything.. Dreams, God, The Norm, Life, Local Football Game..
or.. I don’t know.. I just can’t remember all of that…

And you are the only person who will say “let’s get some food” while I was cranky and complain about everything
And you are the one who let me cry for hour in the telephone, said that I was wrong but everything gonna be all right, if….
And you are the person who text me “happy?” when I hang out with friends and forget about you..

I didn’t choose you because you’re the only choice
I still have a choice “to be with you and be happy” or “not to be with you and be happy”, right?
I choose you because you are rational choice of mine

Bismillahirahmanirahim…
God, Bless us..
And let US be happy with OUR own definition of happiness..

its you and me against the world

udah cantik?

seperti kebiasaan saya sehari-hari, setelah mandi… saya menuju kamar adik buat nyisir (di kamar saya ga ada kaca), make pelembab muka, ditutup dengan bedak…

Pas lagi make bedak, tiba-tiba si abay nanya gini “teh, ngapain sich pake bedak?”
wakwaw.. tiba-tiba saya terdiam…
.
.
Hening…
.
.
Si ibu malah nyamber “biar aga cantik lah bar, si teteh teh…”
huuuuu….siapa juga yang make bedak biar ngerasa cantik.. wong, saya udah cantik kok pikir saya…
lha, si abay bikin saya jadi mikir… “emang, tujuan saya pake bedak apaan ya?”
hmmm….
eh, saya tau!!! “saya pake bedak biar muka ga berminyak” .. eh iya tah?
.
.
lalu saya melirik ke sebuah tas putih yang berisi peralatan make-up saya (yang hanya terpakai di musim-musim kawinan)..
waw! ternyata isinya lumayan…
ada blush-on, eye-shadow, sesuatu yang dikira maskara transparan ternyata moisture bwt bulu mata (kalo cuman buat ngbasahin doang mah pake ludah juga bisa :p), lipstik berbau kopi, eye-shadow lagi (tapi udah pecah), maskara beneran (yang buat nebelin bulu mata), lipstik lagi (punya siapa ini?? eh..tapi warnanya keren..), eye shadow lagi (yuph..pecah juga!), foundation, blush-on, concealer (keren ya..saya punya beginian!!), beberapa jepit rambut sisa nyalon, beberapa iket rambut… and that’s all…

trus saya mikir… nah kalo fungsi bedak aja saya ga tau, apa lagi fungsi benda-benda lain itu..

akhirnya saya tanya temen saya yang jago dandan…
waktu saya tanya teman saya itu, dia pun ternyata tak punya jawaban lain selain biar jadi “cantik”…
lah, akhirnya itu kembali kepada bentukan masyarakat tentang “cantik” itu apa kan? atau untuk shallow-nya, itu kembali kepada pengertian para lelaki diluar sana tentang definisi “cantik”.. eh?

akhirnya saya membuka wikipedia, dan mengetik make-up… masuklah saya ke halaman cosmetics
ini yang saya dapat…

cosmetics derives from the Greek κοσμητική τέχνη (kosmetikē tekhnē), meaning “art of dress and ornament”, from κοσμητικός (kosmētikos), “skilled in ordering or arranging” and that from κόσμος (kosmos), meaning amongst others “order” and “ornament”.

The U.S. Food and Drug Administration (FDA) which regulates cosmetics in the United States defines cosmetics as: “intended to be applied to the human body for cleansing, beautifying, promoting attractiveness, or altering the appearance without affecting the body’s structure or functions.”

ah… “beautifying … promoting attractiveness”
kedua key point itu membuat saya jadi serius membaca sekeciprit cerita mengenai “trend kecantikan” yang berubah-ubah..
misalnya:
Trend wajah yang pucat, dikenal juga dengan sebutan fad yang terjadi di Eropa pada saat Middle Ages (sebelum abad 16?)
Konon, alasan utamanya berhubungan dengan status sosial seseorang. Semakin tinggi status sosial seorang perempuan, semakin jarang dia kena matahari, sehingga kulitnya semakin pucat. (iya kan, dia ga perlu njemur baju.. nyuci kuda.. sasapu)
dan lucunya, ada trend “bloodletting” yaitu, mengeluarkan darah agar muka terlihat lebih pucat. (indikasi awal operasi plastik?)
jadi, cantik = status sosial yang tinggi?

atau:
warna kecoklatan seperti terbakar matahari, “suntan”, yang menjadi trend di tahun 1920 yang konon digembar-gemborkan oleh CocoChannel (masih kata wikipedia). Begitu pula dengan pemakaian make-up.
Konon, masih kata wikipedia, itu akibat besarnya perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki pasca perang dunia pertama.
Sehingga perempuan harus tampak “attractive” demi memperebutkan sisa-sisa lelaki pasca perang?

atau:
obrolan ngalor-ngidul dengan teman yang bilang bahwa trend “berisi” yang hip beberapa puluh tahun silam adalah karena itu melambangkan kesuburan.. begitu pula pipi yang merah.

atau:
natural look yang menjadi trend di tahun 70an, setelah gerakan yang dibangun para feminis. Karena make up menjadikan perempuan sebagai “sexual objectification”.

yang membuat saya bertanya-tanya…
“trend di Indonesia sekarang masih langsing, tinggi, rambut lurus dan berkulit putih kah?”

I am who I am
I am pretty if I think I am
And I still don’t know why I use make-up
:P
tapi saya suka melihat bahwa muka saya ternyata bisa terlihat “berbeda”

*sebuah postingan yang udah mendek di draft 2 tahun yang lalu
**ternyata sejarah cosmetic itu seru juga, jadi berharap suatu hari saya bisa bikin tulisan tentang kosmetik yang lebih valid dari ini
*** semua data diambil dari wiki-pe-di-a

#365

yak.. banyak beredar #365 di wordpress… ihiw.. bikin malu… *muka memerah*

#365 maksudnya project 365 hari nulis blog, artinya kalau dimulai 1 januari berakhir pada 31 desember.
Project ini pertama kali saya lihat di blog-nya kimi terus liat lagi di blognya mbak itik.
daaan.. saya ga ikutaaaan…
kenapaaaa? karena saya bukan orang yang presisten, eh konsisten?
yah begitulah.. saya termasuk orang yang bosenan…

proyek saya menuliskan tempat #ngabuburit selama 30 hari ramadahan di twitter aja sering kelupaan, apalagi menulis blog selama #365 hari.. arrrgh bisa gila saya.. hehe

eh, tapi dipikir-pikir seru juga ya…
eh.. bukan.. bukan.. saya belum berubah pikiran, tapi kayanya seru kalau bikin project “seminggu ngeblog bersama sez” gitu? hihihi

btw, ini mengingatkan sama project hourly comic yang ga pernah sukses saya lalui… :P

lalu apa maksud saya nulis posting ini?
ga ada…
ngeliat orang lain pada aktif posting aja bikin saya jadi pengen posting sesuatu..
terus jadi inget, sebenernya postingan blog kan emang ga musti sophisticated kan? kan?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.